KENDARI — Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya Fakultas Engineering, menghadirkan inovasi signifikan dalam bidang pendidikan teknik dengan meluncurkan program kolaborasi industri dan modernisasi kurikulum berbasis kompetensi digital pada awal semester gasal 2026. Langkah strategis ini merupakan respons kampus terhadap dinamika kebutuhan industri yang semakin menuntut talenta teknis berkualitas tinggi dengan pemahaman mendalam tentang teknologi masa depan.
Program yang secara resmi dilaksanakan sejak Senin, 31 Maret 2026, dan secara administratif berlaku efektif sejak 1 April 2026, menandai babak baru bagi institusi pendidikan tinggi swasta terkemuka di Sulawesi Tenggara ini. Dengan melibatkan lebih dari 15 mitra industri multinasional dan lokal, Fakultas Engineering Unismuh Kendari berkomitmen meningkatkan relevansi akademik dan mempersiapkan lulusan yang kompetitif di era digital.
Konteks dan Latar Belakang Inisiatif
Fakultas Engineering Universitas Muhammadiyah Kendari, yang telah berdiri selama 18 tahun sejak tahun 2008, memiliki tiga program studi utama: Teknik Sipil, Teknik Mesin, dan Teknik Elektro. Setiap tahunnya, institusi ini meluluskan rata-rata 450 mahasiswa yang tersebar di berbagai sektor industri, mulai dari konstruksi, manufaktur, energi terbarukan, hingga teknologi informasi.
Namun, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh tim Quality Assurance Kampus pada kuartal keempat 2025, ditemukan kesenjangan signifikan antara kompetensi lulusan dengan ekspektasi industri. Riset melibatkan 87 perusahaan di kawasan Sulawesi Tenggara menunjukkan bahwa 62 persen perusahaan menyatakan lulusan Fakultas Engineering masih memerlukan pelatihan tambahan dalam hal teknologi terkini, khususnya dalam penggunaan software engineering, artificial intelligence, dan automation systems.
“Data ini menjadi alarm bagi kami bahwa kurikulum yang ada perlu disesuaikan dengan perkembangan zaman,” ungkap fenomena yang menjadi dasar keputusan manajemen fakultas untuk melakukan restrukturisasi akademik yang menyeluruh.
Program Kolaborasi Industri 4.0
Inisiatif pertama yang diluncurkan adalah Program Kolaborasi Industri 4.0, yang melibatkan kerjasama langsung dengan perusahaan-perusahaan terkemuka seperti PT Semen Gresik, PT Indonesia Morowali Industrial Park, PT Badak NGL, dan berbagai perusahaan teknologi informasi regional. Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa melalui beberapa mekanisme konkret.
Pertama, adalah penyelenggaraan guest lecture dan workshop berkala setiap dua minggu, di mana para praktisi industri akan berbagi wawasan tentang tren teknologi, best practices, dan tantangan nyata yang dihadapi di lapangan. Kedua, adalah program magang terstruktur dengan duration minimal empat bulan, di mana mahasiswa semester tujuh dan delapan akan ditempatkan secara langsung di industri mitra dengan bimbingan dosen dan mentor industri.
Ketiga, adalah pembentukan innovation lab yang didukung fasilitas terkini dan akan menjadi tempat kolaborasi mahasiswa, dosen, dan praktisi industri dalam mengembangkan solusi teknis untuk permasalahan nyata yang dihadapi industri. Lab ini dilengkapi dengan peralatan modern termasuk 3D printing machines, IoT development kits, dan cloud computing infrastructure.
“Kami percaya bahwa pembelajaran terbaik adalah ketika teori bertemu dengan praktik secara simultan dan berkelanjutan,” demikian konsep dasar program yang telah mendapat persetujuan dari Senat Akademik Universitas Muhammadiyah Kendari pada rapat tertutup 24 Maret 2026 lalu.
Modernisasi Kurikulum Berbasis Kompetensi Digital
Aspek kedua dari inisiatif besar ini adalah revisi kurikulum yang menyeluruh dan berbasis pada kompetensi digital. Proses revisi melibatkan tim kurikulum internal, pakar pendidikan teknik dari perguruan tinggi lain, serta perwakilan dari 15 perusahaan industri yang telah ditentukan sebagai stakeholder strategis.
Kurikulum baru ini dirancang dengan pendekatan learning outcomes yang jelas dan terukur. Setiap mata kuliah tidak hanya fokus pada penguasaan teori, tetapi juga pada pengembangan hard skills yang relevan dengan industri 4.0 dan digital transformation. Beberapa mata kuliah baru yang ditambahkan antara lain: Advanced CAD and Simulation, Industrial Automation and Robotics, Data Analytics for Engineering, Cloud Computing Applications, dan Renewable Energy Systems.
Selain itu, kurikulum baru juga mengintegrasikan elemen-elemen soft skills yang semakin diakui penting oleh industri, seperti critical thinking, problem-solving, teamwork, dan communication skills. Integrasi ini dilakukan melalui proyek-proyek kelompok berbasis industri, case studies, dan simulasi situasi kerja nyata.
Koordinator Tim Revisi Kurikulum, Dr. Ir. Muh. Syaiful Anwar, M.T., menyampaikan detail mengenai implementasi kurikulum baru tersebut. “Kurikulum kami dirancang dengan life cycle approach. Artinya, kami tidak hanya mempertahankan knowledge yang statis, tetapi memastikan bahwa apa yang diajarkan selalu relevan dan update. Setiap semester, kami akan melakukan review bersama industri partner untuk memastikan content masih sesuai dengan kebutuhan pasar,” jelas Dr. Anwar saat ditemui di ruang kerjanya di Gedung Dekanat, Jumat (28 Maret 2026).
Komitmen Pimpinan Universitas
Dukungan penuh terhadap inisiatif ini juga datang dari puncak kepemimpinan institusi. Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Tamrin Tomagola, M.Pd., dalam siaran persnya yang disampaikan pada tanggal 30 Maret 2026, menekankan bahwa investasi dalam modernisasi akademik ini bukan hanya tanggung jawab fakultas, tetapi komitmen seluruh universitas untuk memberikan nilai tambah bagi mahasiswa.
“Sebagai institusi pendidikan yang bermisi menghasilkan lulusan berkualitas dan relevan dengan kebutuhan masyarakat dan industri, kami tidak bisa tertinggal dalam hal inovasi akademik. Program kolaborasi industri dan modernisasi kurikulum ini adalah bagian dari strategic roadmap Universitas Muhammadiyah Kendari untuk lima tahun ke depan,” ujar Prof. Tamrin dalam konferensi pers yang dihadiri oleh perwakilan media massa lokal dan nasional.
Dekan Fakultas Engineering, Dr. Ir. Hendra Jaya, M.Sc., juga mengungkapkan optimisme tinggi terhadap kesuksesan program ini. “Kami telah mengidentifikasi bahwa kelemahan utama kurikulum lama adalah fokus yang terlalu teoritis dengan keterbatasan exposure praktis terhadap teknologi terkini. Dengan program baru ini, mahasiswa kami akan mendapatkan pengalaman yang jauh lebih komprehensif dan mendalam. Kami juga yakin bahwa hal ini akan meningkatkan placement rate lulusan kami di industri,” kata Dr. Hendra dalam wawancara eksklusif bersama tim redaksi berita kampus, Senin (31 Maret 2026).
Respon Mahasiswa dan Dosen
Respon awal dari komunitas akademik kampus juga menunjukkan antusiasme yang tinggi. Berbagai acara sosialisasi dan workshop pengenalan program telah dilakukan di seluruh kelas program studi Teknik Sipil, Teknik Mesin, dan Teknik Elektro. Mahasiswa angkatan ketiga dan keempat, yang akan merasakan langsung dampak kurikulum baru, memberikan feedback positif.
“Saya sangat senang dengan adanya program ini. Selama ini, saya merasa pembelajaran di kampus terlalu banyak teori, dan kita kurang tahu bagaimana aplikasi nyata di industri. Dengan program kolaborasi industri ini, saya bisa belajar langsung dari profesional yang sudah berpengalaman bertahun-tahun,” ungkap Putri Chairunnisa, mahasiswa semester lima Teknik Sipil, saat ditemui di Aula Fakultas Engineering pada acara sosialisasi program, Rabu (26 Maret 2026).
Sementara itu, dari sisi tenaga pendidik, mayoritas dosen Fakultas Engineering juga menyambut baik inisiatif ini, walaupun beberapa dosen menyuarakan kekhawatiran tentang beban kerja tambahan dalam adaptasi kurikulum baru. Untuk mengantisipasi hal ini, universitas telah menyiapkan program pelatihan intensif bagi seluruh dosen yang akan mengajar di kurikulum baru, serta alokasi anggaran tambahan untuk penelitian dan pengembangan materi pembelajaran.
Dr. Ir. Bambang Setiawan, M.Eng., dosen senior Teknik Mesin dengan pengalaman mengajar selama 16 tahun, menyatakan dukungannya. “Sebagai dosen, saya senang melihat adanya usaha untuk update kurikulum. Meskipun ini memerlukan adaptasi, tetapi pada akhirnya ini akan membuat pekerjaan kami lebih bermakna karena kita tahu bahwa apa yang diajarkan benar-benar dibutuhkan lulusan di dunia kerja,” kata Dr. Bambang.
Infrastruktur dan Investasi
Untuk mendukung pelaksanaan program, Universitas Muhammadiyah Kendari telah mengalokasikan investasi signifikan dalam pengembangan infrastruktur akademik. Besaran investasi yang dialokasikan mencapai 8,5 miliar rupiah untuk tahun anggaran 2026, dengan rincian untuk pengadaan peralatan laboratorium modern (3,2 miliar), pengembangan innovation lab (2,8 miliar), pelatihan dosen (1,2 miliar), dan development teknologi pembelajaran (1,3 miliar).
Renovasi dan pembangunan infrastruktur sudah dimulai sejak kuartal terakhir 2025, dan diharapkan dapat selesai pada bulan Agustus 2026. Facility baru akan mencakup tiga laboratorium spesifik: Advanced Engineering Lab, Smart Manufacturing and Automation Lab, dan Renewable Energy Research Center.
Dampak dan Proyeksi Masa Depan
Secara jangka pendek, inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan engagement mahasiswa dalam proses pembelajaran dan memberikan pengalaman praktis yang lebih mendalam. Jangka menengah, program ini diproyeksikan akan meningkatkan employment rate lulusan Fakultas Engineering dari angka saat ini (78 persen dalam tiga bulan pasca kelulusan) menjadi 90 persen pada tahun 2028.
Adapun dalam perspektif jangka panjang, Universitas Muhammadiyah Kendari menargetkan Fakultas Engineering untuk menjadi lembaga pendidikan teknik terdepan di kawasan Sulawesi Tenggara, yang tidak hanya terkenal menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga sebagai innovation hub yang berkontribusi pada pengembangan industri lokal dan regional.
“Kami juga berencana untuk mengakses akreditasi internasional dalam tiga tahun ke depan, dengan standar yang sejalan dengan engineering education yang diakui secara global,” tambah Dr. Hendra Jaya, menunjukkan ambisi besar institusi untuk terus berkembang dan berinovasi.
Penutup
Peluncuran Program Kolaborasi Industri dan Modernisasi Kurikulum Berbasis Kompetensi Digital oleh Fakultas Engineering Universitas Muhammadiyah Kendari pada April 2026 ini merupakan milestone penting bagi institusi. Langkah proaktif ini menunjukkan komitmen kampus terhadap continuous improvement dan responsivitas terhadap kebutuhan pasar kerja yang dinamis.
Dengan dukungan penuh dari manajemen universitas, kesiapan akademik, alokasi sumber daya yang memadai, dan antusiasme komunitas kampus, program ini memiliki potensi besar untuk mencapai target-targetnya dan membawa Fakultas Engineering Unismuh Kendari ke level yang lebih tinggi dalam hal kualitas pendidikan dan relevansi akademik.
Waktu akan membuktikan kesuksesan inisiatif ini, namun hingga saat ini, tanda-tanda positif sudah terlihat dari respons industri yang antusias, komitmen dosen, dan semangat mahasiswa untuk belajar dengan cara yang lebih praktis dan aplikatif. Universitas Muhammadiyah Kendari telah membuka halaman baru dalam sejarah pendidikan teknik di Sulawesi Tenggara.
—
Daftar Narasumber:
– Prof. Dr. H. Tamrin Tomagola, M.Pd. (Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari)
– Dr. Ir. Hendra Jaya, M.Sc. (Dekan Fakultas Engineering)
– Dr. Ir. Muh. Syaiful Anwar, M.T. (Koordinator Tim Revisi Kurikulum)
– Dr. Ir. Bambang Setiawan, M.Eng. (Dosen Teknik Mesin)
– Putri Chairunnisa (Mahasiswa Semester V Teknik Sipil)
Berita ini dirilis pada 1 April 2026