KENDARI – Prestasi gemilang kembali diraih oleh Universitas Muhammadiyah Kendari (Unmuh Kendari). Mahasiswa dari Fakultas Engineering berhasil meraih posisi juara pertama dalam Kompetisi Robot Cerdas Nasional (KRCN) 2026 yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 10-15 April 2026. Pencapaian luar biasa ini menandai momentum penting bagi institusi pendidikan tinggi swasta di Sulawesi Tenggara dalam membuktikan kualitas pendidikan dan inovasi teknologi yang setara dengan perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.
Tim yang bernama “Kendari Robotics Innovation” beranggotakan lima mahasiswa dari berbagai program studi di Fakultas Engineering berhasil mengalahkan 47 tim dari perguruan tinggi ternama seluruh Indonesia. Mereka mempersembahkan inovasi robot humanoid dengan kemampuan artificial intelligence yang canggih untuk menyelesaikan tugas-tugas kompleks dalam kategori “Smart Home Automation Challenge”. Kemenangan ini bukan sekadar pencapaian akademik biasa, melainkan bukti nyata bahwa Unmuh Kendari mampu menghasilkan lulusan yang kompetitif dan inovatif di tingkat nasional.
Perjalanan Menuju Juara
Perjalanan tim menuju penghargaan tertinggi dimulai enam bulan sebelumnya. Kelima anggota tim, yang terdiri dari Muhammad Rizki Pratama (Teknik Elektro, semester 6), Siti Nurhaliza Putri (Teknik Mesin, semester 7), Hendra Sutrisno (Teknik Informatika, semester 6), Ameliya Salsabila (Teknik Sipil, semester 5), dan Daffa Kahlif Ramadhan (Teknik Elektro, semester 7), mulai mengembangkan konsep robot mereka sejak Oktober 2025.
Proses pengembangan robot “Kendari-Bot 5000” seperti yang mereka namai tidaklah mudah. Mereka harus mengatasi berbagai keterbatasan sumber daya dan memaksimalkan fasilitas yang tersedia di Laboratorium Teknologi Terapan Fakultas Engineering. Dengan bimbingan intensif dari dosen pembimbing mereka, Dr. Ir. Bambang Setiawan, M.Sc., dan Ir. Samsul Bahri, M.Tech., tim ini bekerja siang malam untuk menyempurnakan setiap detail robot mereka.
“Kami memulai dari nol. Tidak ada dana khusus, tidak ada laboratorium mewah seperti di universitas-universitas besar di Jawa. Tetapi kami memiliki semangat dan kreativitas yang tinggi,” ungkap Muhammad Rizki Pratama dalam wawancara eksklusif dengan media kampus pada Minggu, 17 April 2026. Pemuda 21 tahun asal Kendari ini terlihat masih penuh antusiasme menceritakan perjalanan timnya.
Inovasi utama yang mereka tawarkan adalah sistem kontrol robot berbasis Internet of Things (IoT) yang dapat terintegrasi dengan perangkat rumah pintar. Robot ini mampu mengenali perintah suara dalam bahasa Indonesia dengan akurasi 94 persen, melakukan tugas-tugas rumah tangga seperti membersihkan lantai, menata barang, bahkan memberikan pertolongan darurat sederhana kepada lansia. Teknologi machine learning yang diterapkan memungkinkan robot untuk terus belajar dari pola aktivitas penggunanya.
Kompetisi Ketat di Tingkat Nasional
Kompetisi Robot Cerdas Nasional 2026 merupakan ajang bergengsi yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi bekerja sama dengan Asosiasi Robotika Indonesia. Ajang ini menarik partisipasi dari institusi pendidikan terkemuka seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Indonesia (UI), dan Universitas Gadjah Mada (UGM).
Dalam babak final, tim Unmuh Kendari harus bersaing ketat dengan lima tim lainnya. Mereka menghadapi tim dari ITB dengan inovasi robot untuk eksplorasi tambang, tim dari ITS dengan robot untuk aplikasi medis, serta tim-tim strong lainnya. Namun, kombinasi desain yang elegan, fungsionalitas tinggi, dan presentasi yang memukau membuat juri memberikan skor tertinggi untuk tim dari Kendari.
Siti Nurhaliza Putri, ketua tim yang bertanggung jawab atas aspek mekanik robot, menjelaskan bahwa kemenangan ini adalah hasil dari kerja keras kolaboratif. “Setiap anggota tim memiliki peran penting. Tidak ada seorang pun yang bisa disebut sebagai pahlawan tunggal. Kami bekerja sebagai satu kesatuan yang solid,” kata mahasiswi semester tujuh ini dengan penuh percaya diri.
Dukungan Institusi dan Dosen Pembimbing
Kesuksesan tim Kendari Robotics Innovation tidak terlepas dari dukungan penuh dari institusi kampus. Dekan Fakultas Engineering Unmuh Kendari, Dr. Ir. Suharman, M.Sc., memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan tim sejak fase awal. Beliau menyediakan akses penuh ke laboratorium, mengalokasikan anggaran terbatas untuk mendukung riset, dan bahkan memfasilitasi tim untuk mengikuti workshop-workshop persiapan.
“Kami sangat bangga dengan pencapaian mahasiswa kami. Ini membuktikan bahwa Fakultas Engineering Unmuh Kendari tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga memberdayakan mahasiswa untuk menciptakan inovasi nyata. Kemenangan ini adalah kemenangan bersama seluruh institusi,” ujar Dr. Ir. Suharman saat konferensi pers di ruang Dekanat pada hari Senin, 16 April 2026.
Dr. Ir. Bambang Setiawan, M.Sc., salah satu dosen pembimbing utama, juga memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi mahasiswa. Beliau mengatakan bahwa proses pembelajaran dalam kompetisi ini lebih berharga daripada hasil akhirnya. “Mahasiswa telah belajar bagaimana cara berinovasi, memecahkan masalah yang belum pernah ada solusinya sebelumnya, bekerja dalam tim lintas disiplin ilmu, dan menghadapi tekanan kompetisi di level nasional. Semua pengalaman ini akan membentuk karakter mereka sebagai engineer yang sejati,” jelas Dr. Bambang dengan antusiasme.
Dampak Jangka Panjang untuk Kampus
Prestasi ini membawa dampak signifikan bagi reputasi dan positioning Universitas Muhammadiyah Kendari di tingkat nasional. Dalam beberapa tahun terakhir, Unmuh Kendari telah konsisten meningkatkan kualitas akademik, namun pengakuan eksternal khususnya di bidang penelitian dan inovasi masih terbatas. Kemenangan dalam KRCN 2026 menjadi milestone penting yang dapat membuka pintu untuk kolaborasi dengan institusi lain dan meningkatkan daya tarik calon mahasiswa baru.
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. Ir. Moh. Hasanuddin, M.Eng., menyampaikan komitmen kampus untuk terus mendorong budaya inovasi dan penelitian. “Pencapaian mahasiswa kita di tingkat nasional ini menunjukkan bahwa Unmuh Kendari memiliki potensi besar. Kami akan terus menginvestasikan sumber daya untuk membangun ekosistem inovasi yang kuat. Tidak hanya di Fakultas Engineering, tetapi juga di fakultas-fakultas lain,” ujar Prof. Hasanuddin dalam statement khusus yang diberikan kepada media.
Lebih lanjut, Rektor menambahkan bahwa pencapaian ini sejalan dengan visi Universitas Muhammadiyah Kendari untuk menjadi universitas berkategori riset yang menghasilkan lulusan dan inovasi bermutu tinggi. Beliau juga mengumumkan rencana untuk membuka pusat inovasi robotika dan teknologi cerdas di kampus sebagai bagian dari pengembangan infrastruktur akademik.
Rencana Masa Depan dan Dampak Ekonomi
Tim Kendari Robotics Innovation tidak berhenti setelah memenangkan kompetisi nasional. Mereka saat ini sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti World Robot Olympiad (WRO) yang akan diselenggarakan di Prancis pada November 2026. Hadiah uang tunai sebesar 200 juta rupiah yang mereka terima dari KRCN 2026 akan dialokasikan untuk pengembangan prototype yang lebih canggih dan biaya persiapan internasional.
Selain itu, terdapat minat serius dari beberapa perusahaan teknologi dan start-up untuk berkolaborasi dengan tim dalam mengkomersialkan teknologi robot mereka. Beberapa investor lokal juga telah menunjukkan ketertarikan untuk mendanai pengembangan lebih lanjut. Ini menunjukkan bahwa inovasi mahasiswa Unmuh Kendari tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga memiliki potensi komersial yang menjanjikan.
Hendra Sutrisno, bertanggung jawab atas sistem software dan artificial intelligence robot, mengungkapkan optimismenya tentang masa depan. “Kami memiliki visi untuk membuat robot ini accessible dan affordable bagi masyarakat Indonesia, khususnya untuk membantu lansia dan penyandang disabilitas. Teknologi seharusnya bisa memberikan dampak sosial yang positif,” kata pemuda 20 tahun ini dengan penuh idealisme.
Inspirasi bagi Mahasiswa Lain
Kemenangan ini juga menjadi sumber inspirasi bagi mahasiswa-mahasiswa lain di Unmuh Kendari. Pihak kampus telah mengumumkan bahwa akan ada program inkubasi startup berbasis teknologi dan kompetisi inovasi mahasiswa yang lebih terstruktur. Harapannya adalah menciptakan budaya entrepreneurship dan innovation yang meluas ke seluruh kampus.
Dekan Fakultas Engineering menyatakan bahwa mereka sedang merancang kurikulum yang lebih berbasis project-based learning dan problem-solving. “Kami ingin setiap mahasiswa Engineering memiliki pengalaman seperti yang dialami oleh tim Kendari Robotics Innovation. Mereka perlu belajar bekerja pada proyek nyata, berhadapan dengan tantangan sesungguhnya, dan menciptakan solusi inovatif,” jelas Dr. Ir. Suharman.
Penutup
Prestasi mahasiswa Fakultas Engineering Universitas Muhammadiyah Kendari yang meraih juara nasional dalam Kompetisi Robot Cerdas Nasional 2026 adalah bukti nyata bahwa kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh lokasi geografis atau status akreditasi internasional, melainkan oleh komitmen institusi, dedikasi dosen, dan semangat mahasiswa dalam berinovasi.
Tim Kendari Robotics Innovation telah membuktikan bahwa dari Kendari, di tepi Teluk, lahir inovasi teknologi yang mampu bersaing dengan perguruan tinggi terkemuka Indonesia. Mereka tidak hanya membawa trofi dan hadiah uang tunai pulang ke Kendari, tetapi juga membawa harapan dan inspirasi bagi seluruh civitas akademika Unmuh Kendari bahwa masa depan penuh dengan kemungkinan dan peluang.
Ke depannya, diharapkan pencapaian ini menjadi awal dari serangkaian prestasi lainnya yang akan membawa nama Universitas Muhammadiyah Kendari semakin dikenal di tingkat nasional dan internasional. Sebagaimana yang dikatakan oleh Prof. Dr. Ir. Moh. Hasanuddin, “Ini adalah awal dari era baru Unmuh Kendari yang lebih inovatif dan kompetitif.” (*)
—
Biodata Narasumber:
– Prof. Dr. Ir. Moh. Hasanuddin, M.Eng. – Rektor Unmuh Kendari
– Dr. Ir. Suharman, M.Sc. – Dekan Fakultas Engineering Unmuh Kendari
– Dr. Ir. Bambang Setiawan, M.Sc. – Dosen Pembimbing, Ahli Robotika
– Muhammad Rizki Pratama – Anggota Tim, Mahasiswa Teknik Elektro
– Siti Nurhaliza Putri – Ketua Tim, Mahasiswa Teknik Mesin