Kendari – Universitas Muhammadiyah Kendari (Unmuh Kendari), khususnya melalui Fakultas Engineering, tengah mengalami transformasi fisik yang signifikan. Komitmen institusi terhadap peningkatan kualitas sarana dan prasarana kampus menjadi bukti nyata upaya mewujudkan lingkungan belajar yang modern dan kondusif. Serangkaian proyek pembangunan infrastruktur telah dimulai sejak awal 2026, dengan target penyelesaian beberapa fasilitas utama pada akhir tahun akademik 2025/2026.
Perkembangan ini menjadi angin segar bagi sivitas akademika Fakultas Engineering Unmuh Kendari, yang selama ini menghadapi keterbatasan ruang dan fasilitas laboratorium. Dengan total investasi mencapai 47 miliar rupiah, universitas berkomitmen menghadirkan standar pendidikan engineering yang setara dengan institusi pendidikan tinggi terkemuka di Indonesia.
### Latar Belakang Pembangunan Infrastruktur
Keputusan untuk mengembangkan fasilitas kampus bukan terjadi secara mendadak. Menurut data internal universitas, peningkatan jumlah mahasiswa Fakultas Engineering dalam tiga tahun terakhir mencapai pertumbuhan rata-rata 18 persen per tahun. Saat ini, Fakultas Engineering menyelenggarakan empat program studi, yaitu Teknik Sipil, Teknik Mesin, Teknik Elektro, dan Teknik Arsitektur, dengan total mahasiswa aktif mencapai 2.847 orang.
Pertumbuhan ini, meskipun positif, menciptakan tekanan pada kapasitas infrastruktur yang ada. Ruang kuliah yang semula dirancang untuk 40 mahasiswa kini harus menampung hingga 60 peserta. Laboratorium yang terbatas juga menjadi kendala dalam melaksanakan praktikum berkualitas. Situasi ini mendorong pimpinan universitas untuk mengambil langkah strategis dalam pengembangan fasilitas.
“Kami menyadari bahwa kualitas pendidikan tidak hanya terletak pada kualitas akademisi, tetapi juga pada kualitas infrastruktur yang mendukung proses belajar-mengajar,” ujar Prof. Dr. Ir. Bambang Setiawan, Dekan Fakultas Engineering Unmuh Kendari, dalam wawancara pada Selasa (08 April 2026).
### Komponen Utama Proyek Pembangunan
Proyek pembangunan infrastruktur Fakultas Engineering mencakup beberapa komponen strategis yang dirancang untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan penelitian. Berikut detail komponen-komponen utama tersebut:
1. Gedung Laboratorium Engineering Modern
Komponen pertama yang paling menonjol adalah pembangunan Gedung Laboratorium Engineering Modern dengan luas bangunan 3.500 meter persegi. Gedung berlantai empat ini dirancang untuk menampung delapan laboratorium berspesialisasi, termasuk Laboratorium Mesin dan Manufaktur, Laboratorium Sistem Tenaga Listrik, Laboratorium Hidrolika dan Mekanika Tanah, serta Laboratorium Computer-Aided Design (CAD).
Setiap laboratorium dilengkapi dengan peralatan terkini yang mendukung kurikulum terapan. Misalnya, Laboratorium Mesin dan Manufaktur akan dilengkapi dengan Computer Numerical Control (CNC) machine terbaru, sedangkan Laboratorium Sistem Tenaga Listrik akan memiliki panel distribusi tegangan tinggi dan simulator beban listrik yang canggih.
2. Gedung Pusat Inovasi dan Entrepreneurship
Komponen kedua adalah Gedung Pusat Inovasi dan Entrepreneurship (PIE) seluas 2.000 meter persegi. Fasilitas ini dirancang untuk menjadi inkubator bagi ide-ide inovatif mahasiswa dan dosen. PIE akan menyediakan space kerja bersama (coworking space), ruang pertemuan, serta fasilitas prototype development yang dilengkapi dengan peralatan 3D printing, laser cutting, dan workshop tools.
Tujuan utama PIE adalah mendorong ekosistem inovasi di lingkungan kampus, sehingga ide-ide cemerlang dari civitas akademika dapat berkembang menjadi produk atau layanan yang bermanfaat bagi masyarakat.
3. Gedung Kuliah dan Perpustakaan Digital
Komponen ketiga mencakup pembangunan Gedung Kuliah Terintegrasi seluas 2.800 meter persegi dengan fasilitas 12 ruang kelas berbasis teknologi smart classroom. Setiap ruang kelas dilengkapi dengan sistem multimedia interaktif, white board digital, dan konektivitas internet berkecepatan tinggi.
Bersamaan dengan itu, dibangun juga Perpustakaan Digital seluas 1.500 meter persegi yang menyediakan akses digital ke ribuan jurnal penelitian, e-book, dan database akademik internasional. Perpustakaan ini juga dilengkapi dengan study room berteknologi VR (Virtual Reality) untuk mendukung pembelajaran immersive.
4. Fasilitas Olahraga dan Kesehatan
Komponen keempat adalah pembangunan Kompleks Fasilitas Olahraga dan Kesehatan seluas 1.800 meter persegi, yang mencakup lapangan olahraga indoor, gym modern, dan pusat kesehatan mahasiswa. Fasilitas ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup kampus dan kesejahteraan sivitas akademika.
5. Sistem Infrastruktur Pendukung
Selain gedung-gedung utama, proyek juga mencakup pengembangan sistem infrastruktur pendukung seperti jaringan fiber optic kecepatan tinggi, sistem manajemen energi terbarukan dengan panel surya berkapasitas 100 kW, sistem water management yang berkelanjutan, dan parkir basement bertingkat dengan kapasitas 400 kendaraan.
### Pernyataan Pimpinan Universitas
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. Ir. Mahmud Efendi, M.Sc., menyatakan bahwa proyek pembangunan ini merupakan bagian dari visi jangka panjang universitas untuk menjadi institusi pendidikan tinggi terdepan di kawasan Sulawesi Tenggara.
“Investasi dalam infrastruktur adalah investasi pada masa depan. Kami percaya bahwa mahasiswa kita berhak belajar di lingkungan yang modern, nyaman, dan mendukung pengembangan potensi mereka. Dengan fasilitas-fasilitas baru ini, kami berharap dapat meningkatkan kualitas lulusan yang siap berkontribusi langsung di industri,” jelas Prof. Mahmud Efendi dalam konferensi pers yang digelar di Aula Rektorat, Jumat (10 April 2026).
Rektor juga menambahkan bahwa proyek ini didukung penuh oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan stakeholder pendidikan lainnya. Pembiayaan berasal dari beberapa sumber, termasuk dana operasional universitas, kerjasama dengan industri, dan kontribusi dari alumni dan donatur.
Prof. Dr. Ir. Bambang Setiawan, selaku Dekan Fakultas Engineering, menjelaskan lebih lanjut tentang dampak spesifik terhadap program studinya. “Dengan laboratorium yang modern, mahasiswa kami dapat melakukan praktikum dengan standar industri yang sebenarnya. Ini sangat penting untuk menciptakan learning experience yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Pembangunan Infrastruktur Unmuh Kendari, Ir. Slamet Rahardjo, M.T., memberikan update teknis tentang progres pekerjaan. “Hingga bulan April 2026, progres pembangunan Gedung Laboratorium telah mencapai 40 persen. Kami menargetkan penyelesaian struktur beton pada Agustus 2026, sehingga finishing dapat dimulai pada kuartal ketiga. Semua komponen proyek dijadwalkan selesai sebelum pembukaan tahun akademik 2026/2027,” jelas Ir. Slamet.
### Dampak Positif bagi Sivitas Akademika
Pembangunan infrastruktur ini diproyeksikan membawa dampak positif yang signifikan bagi sivitas akademika Fakultas Engineering. Pertama, peningkatan kualitas pembelajaran melalui akses pada fasilitas berkelas dunia akan meningkatkan daya saing lulusan di pasar kerja global.
Kedua, pengembangan pusat inovasi diharapkan dapat meningkatkan jumlah penelitian dan publikasi ilmiah yang dihasilkan oleh dosen dan mahasiswa. Data menunjukkan bahwa Fakultas Engineering Unmuh Kendari saat ini menghasilkan rata-rata 15 publikasi ilmiah per tahun. Dengan fasilitas penelitian yang lebih baik, target realistis adalah meningkatkan jumlah ini menjadi 40 publikasi per tahun dalam tiga tahun ke depan.
Ketiga, kehadiran Pusat Inovasi dan Entrepreneurship diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga job creator. Beberapa ide mahasiswa telah menunjukkan potensi komersial yang menjanjikan, namun sebelumnya terkendala oleh fasilitas untuk merealisasikan ide tersebut.
Keempat, fasilitas olahraga dan kesehatan akan meningkatkan kualitas hidup mahasiswa secara holistik, mendukung keseimbangan antara aspek akademik dan non-akademik.
### Harapan dan Target Jangka Panjang
Pimpinan universitas juga mengungkapkan harapan jangka panjang dari proyek ini. Salah satu target adalah mendapatkan akreditasi internasional untuk program-program studi di Fakultas Engineering dalam lima tahun ke depan. Infrastruktur yang modern menjadi salah satu prasyarat penting dalam proses akreditasi internasional.
“Kami juga berencana mengembangkan kerjasama dengan universitas-universitas ternama di luar negeri, terutama dalam hal pertukaran mahasiswa dan dosen, serta riset bersama. Fasilitas berkualitas internasional akan membuat universitas kami lebih menarik bagi mitra akademik internasional,” tambah Prof. Mahmud Efendi.
Selain itu, universitas juga merencanakan pengembangan program-program baru, khususnya dalam bidang green engineering dan sustainable development, yang akan didukung sepenuhnya oleh fasilitas-fasilitas baru dengan standar keberlanjutan lingkungan.
### Tantangan dan Mitigasi Risiko
Meskipun proyek pembangunan ini ambisius, tim manajemen universitas juga mengakui beberapa tantangan yang mungkin dihadapi. Tantangan utama meliputi fluktuasi harga material konstruksi, perubahan regulasi bangunan, serta koordinasi dengan berbagai stakeholder.
“Untuk mengantisipasi risiko, kami telah membentuk tim manajemen proyek yang berpengalaman dan melakukan kontrak dengan kontraktor terpercaya yang telah terbukti menangani proyek-proyek besar. Kami juga telah melakukan risk assessment menyeluruh dan memiliki contingency fund sebesar 10 persen dari total anggaran proyek,” jelas Ir. Slamet Rahardjo.
### Respons Mahasiswa dan Staf Akademik
Berita tentang pembangunan infrastruktur ini mendapat sambutan positif dari mahasiswa dan staf akademik. Zaini Marzuki, mahasiswa Teknik Sipil angkatan 2023, mengungkapkan antusiasmenya. “Saya sangat senang mendengar kabar ini. Selama ini kami sering mengalami keterbatasan ruang untuk praktikum, dan terkadang harus berbagi peralatan laboratorium dengan angkatan lain. Semoga fasilitas baru ini dapat benar-benar membantu meningkatkan kualitas pembelajaran kami,” katanya.
Sementara itu, Dr. Ir. Suryanto, M.Eng., seorang dosen senior Fakultas Engineering, memberikan perspektif akademik. “Dari sudut pandang penelitian, fasilitas baru ini adalah kabar yang sangat bagus. Saya sudah memiliki beberapa ide penelitian yang membutuhkan peralatan canggih. Dengan infrastruktur yang ditingkatkan, saya optimis penelitian kami dapat mencapai standar internasional,” ujarnya.
### Kesimpulan dan Harapan ke Depan
Proyek pembangunan infrastruktur Fakultas Engineering Universitas Muhammadiyah Kendari merupakan langkah strategis dan visioner dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di kawasan Sulawesi Tenggara. Dengan total investasi 47 miliar rupiah, universitas menunjukkan komitmen serius untuk menciptakan lingkungan belajar yang modern, inovatif, dan berkelanjutan.
Keberhasilan proyek ini akan berdampak tidak hanya pada peningkatan kualitas akademik, tetapi juga pada daya saing lulusan di tingkat nasional dan internasional. Lebih luas lagi, kesuksesan pembangunan ini dapat menjadi katalis bagi institusi pendidikan lain di kawasan untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan mereka.
Dengan progres yang terus berjalan dan komitmen penuh dari semua pihak, diharapkan fasilitas-fasilitas baru ini dapat beroperasi secara optimal pada tahun akademik 2026/2027. Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya Fakultas Engineering, siap memasuki era baru yang ditandai dengan infrastruktur berkelas dunia dan komitmen yang lebih kuat terhadap keunggulan akademik.
Sebagai penutup, langkah yang diambil Unmuh Kendari ini menjadi bukti bahwa institusi pendidikan tinggi Indonesia tetap memiliki daya dorong untuk terus berkembang dan berinovasi, memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sumber daya manusia berkualitas di tanah air.
—
Penulis: Redaksi Berita Kampus | Tanggal Publikasi: 09 April 2026 | Lokasi: Kendari, Sulawesi Tenggara